Tren Mukena Bali Asal Klungkung-Bali punya ciri khas yang membuat banyak orang selalu terkenang. Keindahan alam Bali juga menjadi inspirasi yang tertuang dalam berbagai produk untuk buah tangan saat berplesir ke pulau Dewata ini. Sementara yang cukup terkenal adalah kain dan baju Bali dengan corak khas, utamanya bermotif bunga atau daun.

Tren Mukena Bali Asal Klungkung

Rupanya, kain dengan corak khas Bali ini cocok diaplikasikan dalam mukena. Sementara hasil dari terciptalah mukena Bali, dengan bahan yang nyaman sama seperti saat mengenakan kain atau baju Bali. Mukena Bali, begitu orang kemudian menyebutnya.

Hal ini merupakan produk khas terbaru dari Bali yang marak tiga tahun belakangan. Klungkung dan Karangasem merupakan dua sentra konveksi yang memproduksi mukena Bali ini. Dari dua daerah inilah, mukena Bali mulai dikenal di pulau Dewata pada 2012, lalu mulai digemari di Jakarta jelang Ramadhan 2013.

Mukena Bali sebenarnya sudah diproduksi sejak tiga tahun lalu. Namun di Bali sendiri baru dikenal tahun lalu, dan tahun ini mulai 'meledak' di Jakarta, menurut seorang peneliti yang merupakan salah satu produsen pionir Mukena Bali, kepada Kompas Female saat ditemui di toko miliknya.

Pengusaha yang tinggal di Denpasar, Bali ini memproduksi sendiri mukena Bali di Klungkung dan Karangasem. Ia mengaku, mukena Bali kreasinya digemari karena kualitas bahan yang nyaman dipakai, juga motif cetak khas yang diproduksi sendiri oleh tangan-tangan kreatif di Bali.

Menurutnya, tak semua motif yang sudah ada pada kain Bali cocok dijadikan mukena Bali. Karenanya pemilihan motif dan cutting yang tepat memengaruhi keindahan mukena Bali itu sendiri. Seperti kain dan baju Bali yang kaya warna, mukena Bali pun identik dengan warna cerah, juga motif berukuran besar yang terlihat menonjol saat dipakai.

Bagaimana Tren Mukena Bali Asal Klungkung?

Mukena Bali pun memberikan tampilan baru, dengan corak dan warna berani. Popularitas mukena Bali pun sudah diprediksi oleh Naufal. Tak tanggung-tanggung, ia pun memproduksi mukena Bali sebanyak 20.000 sebelum membawanya ke Jakarta sekitar 3-4 bulan lalu.

Mukena Bali dari toko Tangan Bali Cirendeu dijual dengan harga satuan Rp 135.000. Harga per satuan semakin murah jika membeli dalam jumlah banyak. Pilihannya mulai Rp 100.000 per enam mukena, Rp 95.000 per 20 mukena. Dalam sehari, toko Tangan Bali bisa menjual 100-200 potong mukena Bali, eceran maupun reseller.

Sekarang ini ukuran standar, semi jumbo, jumbo sama saja harganya, awalnya ukuran jumbo Rp 150.000. Menurut seorang peneliti, mukena Bali dengan konsep desain baru yang belum pernah ditemui pada model mukena lainnya punya daya tarik sekaligus bisa menuai kritik.

Jika bicara hukum, lanjutnya, mukena berwarna putih dengan maksud tidak menarik perhatian. Mukena berwarna cerah makruh karena bisa mengalihkan perhatian. Sunahnya mukena itu putih, kalau semacam mukena Bali ini makruh karena dengan warna cerah dikhawatirkan akan mengalihkan perhatian orang-orang yang sedang beribadah di dekatnya.

Namun saya yakin semua kembali pada niat. Mukena Bali memang punya daya tarik, niatnya bisa membuat orang yang memakainya jadi tambah semangat beribadah, shalat tarawih atau shalat Id. Apa pun komentar orang mengenai mukena Bali yang memiliki latar belakang keluarga pesantren.

Sementara yang ia yakini, dengan memproduksi ribuan mukena Bali di Klungkung dan Karangasem, ia berharap pengguna mukennah bali semakin bersemangat dalam beribadah, terlepas jika ada tujuan lainnya seperti pamer misalnya.

Tren Mukena Bali Asal Klungkung


Tren Mukena Bali Asal Klungkung-Bali punya ciri khas yang membuat banyak orang selalu terkenang. Keindahan alam Bali juga menjadi inspirasi yang tertuang dalam berbagai produk untuk buah tangan saat berplesir ke pulau Dewata ini. Sementara yang cukup terkenal adalah kain dan baju Bali dengan corak khas, utamanya bermotif bunga atau daun.

Tren Mukena Bali Asal Klungkung

Rupanya, kain dengan corak khas Bali ini cocok diaplikasikan dalam mukena. Sementara hasil dari terciptalah mukena Bali, dengan bahan yang nyaman sama seperti saat mengenakan kain atau baju Bali. Mukena Bali, begitu orang kemudian menyebutnya.

Hal ini merupakan produk khas terbaru dari Bali yang marak tiga tahun belakangan. Klungkung dan Karangasem merupakan dua sentra konveksi yang memproduksi mukena Bali ini. Dari dua daerah inilah, mukena Bali mulai dikenal di pulau Dewata pada 2012, lalu mulai digemari di Jakarta jelang Ramadhan 2013.

Mukena Bali sebenarnya sudah diproduksi sejak tiga tahun lalu. Namun di Bali sendiri baru dikenal tahun lalu, dan tahun ini mulai 'meledak' di Jakarta, menurut seorang peneliti yang merupakan salah satu produsen pionir Mukena Bali, kepada Kompas Female saat ditemui di toko miliknya.

Pengusaha yang tinggal di Denpasar, Bali ini memproduksi sendiri mukena Bali di Klungkung dan Karangasem. Ia mengaku, mukena Bali kreasinya digemari karena kualitas bahan yang nyaman dipakai, juga motif cetak khas yang diproduksi sendiri oleh tangan-tangan kreatif di Bali.

Menurutnya, tak semua motif yang sudah ada pada kain Bali cocok dijadikan mukena Bali. Karenanya pemilihan motif dan cutting yang tepat memengaruhi keindahan mukena Bali itu sendiri. Seperti kain dan baju Bali yang kaya warna, mukena Bali pun identik dengan warna cerah, juga motif berukuran besar yang terlihat menonjol saat dipakai.

Bagaimana Tren Mukena Bali Asal Klungkung?

Mukena Bali pun memberikan tampilan baru, dengan corak dan warna berani. Popularitas mukena Bali pun sudah diprediksi oleh Naufal. Tak tanggung-tanggung, ia pun memproduksi mukena Bali sebanyak 20.000 sebelum membawanya ke Jakarta sekitar 3-4 bulan lalu.

Mukena Bali dari toko Tangan Bali Cirendeu dijual dengan harga satuan Rp 135.000. Harga per satuan semakin murah jika membeli dalam jumlah banyak. Pilihannya mulai Rp 100.000 per enam mukena, Rp 95.000 per 20 mukena. Dalam sehari, toko Tangan Bali bisa menjual 100-200 potong mukena Bali, eceran maupun reseller.

Sekarang ini ukuran standar, semi jumbo, jumbo sama saja harganya, awalnya ukuran jumbo Rp 150.000. Menurut seorang peneliti, mukena Bali dengan konsep desain baru yang belum pernah ditemui pada model mukena lainnya punya daya tarik sekaligus bisa menuai kritik.

Jika bicara hukum, lanjutnya, mukena berwarna putih dengan maksud tidak menarik perhatian. Mukena berwarna cerah makruh karena bisa mengalihkan perhatian. Sunahnya mukena itu putih, kalau semacam mukena Bali ini makruh karena dengan warna cerah dikhawatirkan akan mengalihkan perhatian orang-orang yang sedang beribadah di dekatnya.

Namun saya yakin semua kembali pada niat. Mukena Bali memang punya daya tarik, niatnya bisa membuat orang yang memakainya jadi tambah semangat beribadah, shalat tarawih atau shalat Id. Apa pun komentar orang mengenai mukena Bali yang memiliki latar belakang keluarga pesantren.

Sementara yang ia yakini, dengan memproduksi ribuan mukena Bali di Klungkung dan Karangasem, ia berharap pengguna mukennah bali semakin bersemangat dalam beribadah, terlepas jika ada tujuan lainnya seperti pamer misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar